Perbedaan Server Side Scripting Dan Client Side Scripting

Perbedaan Server Side Scripting Dan Client Side Scripting

Perbedaan server side scripting dan client side scripting itulah materi yang akan panduancode sampaikan pada artikel ini.


Seorang pelajar dari jurusan IT seperti RPL harus memahami Perbedaan Server Side Scripting Dan Client Side Scripting.

Karena pada dasarnya semua website itu dibangun, atau dibuat dengan bahasa pemrograman.

Bahasa pemrograman yang digunakanpun sangat beragam, biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan programmer nya sendiri.

Bahasa pemrograman untuk membuat website dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu bahasa pemrograman server side scripting, dan bahasa pemrograman client side scripting.

Nah, apa itu server side scripting dan client side scripting?
Untuk itu mari kita pelajari dua jenis bahasa pemrograman untuk membuat website tersebut.

Perbedaan Server Side Scripting Dan Client Side Scripting

Perbedaan Server Side Scripting Dan Client Side Scripting

Agar kita tahu apa itu bahasa pemrograman server side scripting, dan bahasa pemrograman client side scripting, mari kita pelajari yang pertama dulu yaitu bahasa pemrograman server side scripting.

Server Side Scripting

Server Side Scripting adalah jenis bahasa pemrograman web yang pengolahannya dilakukan di komputer server, dan hasil pengolahannya kirimkan ke komputer client / pengunjung.

Hasil dari pengolahan tersebut dibuat kedalam bentuk bahasa html, sehingga client / pengunjung tidak mengetahui Script asli yang telah ditulis oleh pembuatnya.

Jadi sebuah website yang dibuat dengan jenis bahasa pemrograman ini lebih aman dari serangan hacker, meskipun masih memiliki resiko juga terkena hack, namun resikonya lebih kecil.

Website dengan jenis ini mempunyai sifat karakteristik yang dinamis, yaitu konten didalamnya dapat dirubah dengan mudah tanpa harus mengotak-ngatik scriptnya.

Dan keunggulan dari server side scripting salah satunya yaitu, dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan web seperti, blogging, bisnis online, toko online, website sekolah atau web kampus, website pemerintahan, dan lain-lain.

Kemudian bahasa pemrograman apa saja sih yang termasuk kedalam kategori server side scripting?

Contoh Bahasa Pemrograman Server Side Scripting

Untuk menjawab pertanyaan tersebut berikut inilah contoh bahasa pemrograman yang termasuk kedalam kategori Server Side Scripting:

  1. PHP
  2. ASP
  3. ASP.Net
  4. JSP
  5. Python
  6. Dan lain-lain.

PHP (Personal Home Page)

Yang pertama yaitu PHP, PHP adalah bahasa pemrograman yang sering disisipkan ke dalam HTML.

Rasmus Lerdorf pada tahun 1995, berhasil menciptakan bahasa pemrograman yang pada waktu itu diberinama Form Interpreted (FI), Form Interpreted yaitu cikal bakalnya bahasa pemrograman PHP saat ini.

PHP juga termasuk kedalam bahasa pemrograman yang open source, dan dengan bahasa PHP ini Anda dapat membuat website dengan cepat, dan mudah.

ASP (Active Server Pages)

Active Server Pages adalah salah satu bahasa pemrograman web yang dinamis, yang disediakan oleh Microsoft.

 Alasan Microsoft membuat ASP yaitu untuk menjawab tantangan pemrograman web dinamis, di mana isi dari sebuah website dapat diprogram untuk mendapatkan hasil yang berbeda.

ASP.NET (Active Server Pages .NET)

Active Server Pages.NET tidak berbeda jauh dengan versi ASP yang sebelumnya, ASP.NET adalah pengembangan lebih lanjut dari versi ASP yang dikembangkan oleh Microsoft.

Bahasa pemrograman ASP.NET adalah bahasa pemrograman yang dirancang khusus untuk membuat halaman web yang integral dari Microsoft .NET Framework.

ASP.NET merupakan sebuah tool untuk membuat web dinamis, yang sering digunakan programmer, karena bahasanya lebih mudah, dan dilengkapi dengan bahasa VB dan C#.

JSP (Java Server Pages)

JSP (Java Server Pages) merupakan bagian dari bahasa pemrograman yang masih termasuk kedalam teknologi J2EE (Java 2 Enterprise Edition).

Bahasa pemrograman JSP ini sangat baik untuk presentasi web, dan cocok untuk membuat web dinamis.

Untuk menggunakan JSP ini Anda harus menginstall JVM (Java Virtual Machine) di server yang akan Anda gunakan, agar JSP ini dapat berjalan atau berfungsi.

Nah itulah contoh bahasa pemrograman yang termasuk kedalam sistem server side scripting, setelah Anda memahami nya mari kita lanjutkan pembelajaran ini ke materi selanjut nya, yaitu client side scripting.

Client Side Scripting

Client Side Scripting adalah kebalikan dari server side scripting, yaitu bahasa pemrograman web yang pengolahan nya dijalankan di komputer client / pengunjung.

Apakah Anda masih kebingungan yang dimaksud dengan pengolahan disini?, jika iya maka saya akan menjelaskan nya dengan simpel.

Pengolahan yang di makud disini adalah proses penerjemahan script kedalam bahasa yang dimengerti manusia, dan output nya ditampilkan berupa visual.

Proses penerjemahan ini akan dilakukan oleh web browser Anda.

Nah, agar web browser Anda dapat menterjemahkan script tersebut, maka semua web browser memiliki sebuah modul (engine) yang memiliki library, dan library tersebut dapat mengenali semua script yang termasuk kedalam sistem client side scripting.

Contoh Bahasa Pemrograman Client Side Scripting 

  1. HTML
  2. CSS
  3. JavaScript
  4. XML
Mari kita pelajari sedikit tentang bahasa-bahasa pemrograman tersebut secara singkat saja.

HTML (Hyper Text Markup Language)

HTML adalah sebuah bahasa pemrograman dasar berupa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web.

Jika Anda melihat sebuah halaman website, dan melihat source code nya dengan menekan tombol CRTL+U pada browser Anda, maka Anda akan melihat bahasa HTML digunakan disana.

Namun dalam halaman web tidak semua berisi HTML, melainkan terdapat juga CSS, dan JavaScript yang membuat tampilan halaman tersebut menjadi menarik.

CSS (Cascading Style Sheet)

CSS adalah bahasa pemrogramn yang web yang berfungsi untuk mengatur tampilan layout pada sebuah halaman agar terlihat menarik dan elegan.

Dengan menggunakan bahasa pemrograman CSS ini Anda dapat megatur setiap tag HTML yang ada, agar tampilan layout sebuah halaman web menjadi lebih indah dan enak dipandang.

JavaScript

JavaScript adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang digunakan untuk membuat halaman web menjadi interaktif.

Di zaman sekarang mungkin semua website telah menggunakan bahasa javascript untuk membuat halaman website mereka menjadi lebih interaktif.

Kelebihan Server Side Scripting Dan Client Side Scripting

Agar kita dapat mengetahui perbedaan server side scripting dan client side scripting, maka kita harus tahu kelebihan dari server side scripting dan client side scripting. 

Yang pertama yang panduancode akan bahas yaitu kelebihan server side scripting.

Kelebihan Server Side Scripting


1. Lebih aman dibandingkan dengan client side scripting.

Hal ini terjadi karena sumber script Server Side Scripting disimpan di web server yang ada di sisi server, jadi client / pengguna tidak dapat melihat sumber script Server Side Scripting dari sisi client/web browser. 

Atau dengan kata lain client / pengunjung tidak akan tahu script asli dari halaman web yang mereka lihat.

Berbeda dengan Client Side Scripting yang dapat dilihat sumber script nya dari sisi web browser.

2. Meminimalkan traffic dijaringan.

Ketika client / pelanggan melakukan request ke server maka data yang dikirimkan ke client / pelanggan adalah hasil pemrosesannya saja.

Karena pemrosesan datanya sudah dilakukan disisi server, maka data yang mengalir dari server ke client atau sebaliknya relative kecil dan tidak mebebani bandwidth di jaringan.

3. Pemrosesannya lebih cepat sebab spesifikasi hardware yang digunakan untuk mesin server biasanya lebih tinggi.

4. Dapat mendukung banyak program database management system (DBMS).

5. Bisa mengelola sumber daya yang ada dikomputer, baik itu perangkat keras maupun perangkat lunak nya.

6. Mampu dijalankan di semua sistem operasi (cross platform).

7. Tidak tergantung pada jenis web browser yang digunakan client, karena semua script dikelola disisi server/ web server.

Kelebihan Client Side Scripting

1. Bahasa pemrograman Client Side Scripting mudah untuk di pelajari dan dipahami.

2. Karena bahasa pemrograman ini mudah untuk di pelajari, maka bahasa pemrograman jenis ini tidak memerlukan pengetahuan yang tinggi tentang pemrograman.

3. Proses penerjemahan script nya lebih cepat, karena dilakukan langsung disisi Client / localhost.

4. Mempunyai layout dan desain halaman web yang lebih interaktif.

Setelah Anda tahu kelebihan masing-masing dari kategori bahasa pemrograman tersebut, kurang pas rasanya jika Anda tidak mengetahui kelemahan nya juga.

Maka oleh sebab itu panduancde juga akan membahas kelemahan server side scripting dan client side scripting.

Kelemahan Server Side Scripting Dan Client Side Scripting

Yang panduancode akan bahas terlebih dahulu adalah mengenai kelemahan dari server side scripting, ternyata dibalik kelebihan nya terdapat kelamahan yang harus Anda pertimbangkan.

Kelemahan Server Side Scripting

Berikut inilah kelemahan Server Side Scripting:

1. Membutuhkan spesifikasi komputer server yang cukup tinggi agar dapat memproses Server Side Scripting secara cepat. Hal ini terjadi karena semua data di proses oleh server.

2. Bahasa pemrograman yang termasuk kedalam kategori server side scripting, perlu memiliki kemampuan pemrograman yang baik untuk mempelajari Server Side Scripting.

3. Tidak memiliki tampilan yang menarik dan elegan. Namun jangan khawatir karena dapat diatasi dengan menggabungkan nya dengan CSS atau bootstrap.

Selanjutnya yaitu kelamahan dari Client Side Scripting, mari kita simak kelemahan nya dibawah ini.

Kelemahan Client Side Scripting

1. Script asli dari halaman web dapat  dilihat melalui web browser. 

Cara yaitu dengan menekan tombol CTRL+U atau view page source, maka Anda dapat melihat script asli nya. 

Jadi bisa dikatakan tidak aman jika Anda ingin melindungi Script nya agar tidak diambil orang lain.

2. Sangat bergantung pada hardware yang Anda gunakan, jika hardware yang Anda gunakan memiliki spesifikasi yang tinggi, maka script halaman nya akan diproses dengan cepat, begitu juga sebaliknya.

3. Masalah kompatibilitas web browser yang digunakan.

Kadang web browser memiliki web engine yang berbeda, jadi ada kemungkinan hasil pemrosesan nya akan berbeda di setiap browser.

Jadi tips nya gunakanlah web browser yang populer seperti google chrome dan lain-lain.

4. Minimnya fitur untuk pengaksesan ke sumber daya komputer.

Contohnya saja untuk menulis ke sebuah file dikomputer, membaca isi file, membuat file dan port-port lain nya yang ada.

Demikianlah pembahasan mengenai perbedaan server side scripting dan client side scripting dari panduancode, semoga apa yang panduancode sampaikan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. 

Akhir kata dari panduancode jangan lupa titik koma. 


Berlangganan Artikel Terbaru Via E-mail:

5 Responses to "Perbedaan Server Side Scripting Dan Client Side Scripting"

  1. mantep gan, makasih info nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama, semoga dapat membantu tutorialnya.

      Hapus
  2. nah ini dia perbedaan server side sripting dan client side sripting, tentunya ini untuk para programmer haruslah mengetahuinya. Terimakasih min informasinya sangat bermanfaat. Salam dari webillian

    BalasHapus
  3. Sangat bermanfaat infonya gan...

    BalasHapus

Terimakasih telah berkomentar di Panduan Code, semoga komentar anda dapat membangun situs ini menjadi lebih baik lagi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Atas Artikel1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Donasi

Hallo sobat panduan code, Anda dapat memberikan suport kepada kami dengan cara memberikan donasi, yang mana nantinya donasi tersebut akan digunakan untuk memperpanjang Domain Panduan code.



BANK BRI:401101013389533 a/n ARIF NOERWAHIDIN
PULSA : 082126546564
PAYPAL : panduancode
Done