Cara Membuat Pengguna Baru di Ubuntu dengan Mudah
Kamis, Oktober 29, 2026Saat Ubuntu digunakan oleh lebih dari satu orang, membuat akun terpisah bisa menjadi solusi yang lebih praktis daripada berbagi satu akun. Setiap orang punya file, pengaturan desktop, dan kata sandi sendiri. Jadi, ketika ada pengguna baru yang ingin memakai komputer, Anda tidak perlu memberikan akses ke akun utama.
Untungnya, cara membuat pengguna baru di Ubuntu tidak sulit. Ada dua pilihan yang bisa digunakan, yaitu melalui terminal dengan perintah adduser atau lewat menu pengaturan Ubuntu. Saya akan membahas keduanya, termasuk cara menentukan hak akses dan menghapus akun yang sudah tidak diperlukan.
Sebelum mulai, ada satu hal yang perlu diperhatikan: akun baru sebaiknya dibuat dengan hak akses sesuai kebutuhan. Jika hanya digunakan untuk pekerjaan sehari-hari, akun standar sudah cukup. Hak administrator baru diperlukan ketika pengguna memang harus mengelola sistem atau memasang perangkat lunak tertentu.
Mengapa Sebaiknya Membuat Akun Pengguna Terpisah di Ubuntu?
Sumber: Bing Images
Bayangkan satu komputer digunakan oleh beberapa anggota keluarga. Jika semuanya masuk menggunakan akun yang sama, file unduhan, dokumen, riwayat penggunaan, dan pengaturan aplikasi bisa bercampur. Masalah serupa juga bisa terjadi pada komputer kantor atau server yang dikelola beberapa orang.
Dengan membuat akun terpisah, setiap pengguna mendapatkan direktori beranda sendiri, biasanya berada di dalam folder /home. Pengaturan aplikasi dan file pribadi pun bisa dikelola secara terpisah. Meski begitu, perlu diingat bahwa pemisahan akun tidak otomatis membuat semua file pribadi terlindungi. Izin akses file tetap perlu diatur dengan benar.
Ada beberapa alasan mengapa pengaturan akun seperti ini layak diterapkan:
- File lebih tertata. Dokumen setiap pengguna tersimpan di direktori masing-masing, sehingga lebih mudah dicari dan dicadangkan.
- Akses sistem lebih terkendali. Pengguna standar tidak otomatis mendapat izin untuk mengubah konfigurasi penting Ubuntu.
- Pengaturan tidak bercampur. Setiap orang bisa menyesuaikan desktop dan preferensi aplikasi tanpa harus memakai pengaturan pengguna lain.
- Aktivitas lebih mudah ditelusuri. Pada sistem yang memiliki pencatatan aktivitas memadai, akun terpisah membantu administrator mengetahui akun yang melakukan tindakan tertentu.
Untuk komputer pribadi yang digunakan bersama, manfaatnya cukup terasa. Sementara itu, pada server, pembagian akun membantu administrator menerapkan aturan akses yang lebih teratur.
Cara Membuat Pengguna Baru di Ubuntu Lewat Terminal
Sumber: Bing Images
Jika tidak keberatan menggunakan terminal, cara ini bisa dibilang paling praktis. Anda hanya perlu menjalankan satu perintah untuk memulai proses pembuatan akun. Ubuntu kemudian akan meminta beberapa informasi yang diperlukan.
Pertama, buka terminal dengan menekan Ctrl + Alt + T. Setelah jendela terminal muncul, ketik perintah berikut:
sudo adduser nama_pengguna_baru
Ganti nama_pengguna_baru dengan nama akun yang ingin dibuat. Misalnya, jika ingin membuat akun bernama andi, perintahnya menjadi seperti ini:
sudo adduser andi
Tekan Enter, lalu masukkan kata sandi akun Anda ketika diminta oleh sudo. Kata sandi tersebut digunakan untuk mengizinkan perubahan administratif, bukan sebagai kata sandi akun baru.
Jika autentikasi berhasil, Ubuntu akan meminta Anda menentukan kata sandi untuk akun yang baru dibuat. Masukkan kata sandi, kemudian ketik ulang untuk mengonfirmasinya. Jangan heran jika karakter yang diketik tidak terlihat di terminal. Itu memang perilaku normal saat memasukkan kata sandi di Linux.
Berikutnya, sistem mungkin meminta informasi tambahan seperti nama lengkap, nomor ruangan, dan nomor telepon. Jika tidak diperlukan, cukup tekan Enter untuk melewati kolom-kolom tersebut. Setelah semua pertanyaan selesai, periksa informasi yang ditampilkan dan konfirmasikan jika sudah benar.
Sampai di sini, akun baru sudah dibuat. Ubuntu biasanya juga menyiapkan direktori beranda di lokasi seperti /home/andi, lengkap dengan berkas konfigurasi awal yang diperlukan. Pengguna bisa langsung masuk melalui layar login menggunakan nama akun dan kata sandi yang tadi ditentukan.
Perlu diketahui, perintah adduser berbeda dari useradd. Keduanya bisa digunakan untuk membuat akun, tetapi adduser pada Ubuntu menyediakan proses interaktif yang lebih mudah diikuti. Sementara itu, useradd lebih sering digunakan ketika administrator ingin mengatur parameter akun secara eksplisit atau membuat proses otomatisasi.
Membuat Pengguna Baru di Ubuntu Tanpa Terminal
Sumber: Bing Images
Tidak semua pengguna Ubuntu terbiasa mengetik perintah di terminal. Jika Anda lebih nyaman menggunakan menu seperti pada sistem operasi desktop umumnya, akun baru juga bisa dibuat melalui pengaturan grafis atau GUI.
Buka menu Settings atau Pengaturan dari desktop Ubuntu, kemudian cari bagian Users. Di sana biasanya terdapat daftar akun yang sudah terdaftar di komputer.
Sebelum menambahkan akun, Anda mungkin perlu mengeklik tombol Unlock untuk membuka kunci pengaturan. Masukkan kata sandi administrator jika diminta. Setelah pengaturan terbuka, pilih Add User... untuk mulai membuat akun baru.
Jendela berikutnya akan meminta Anda menentukan jenis akun. Pilih Standard untuk penggunaan biasa atau Administrator jika pengguna memang membutuhkan kewenangan untuk mengelola sistem. Setelah itu, isi nama lengkap dan nama pengguna pada kolom yang tersedia.
Jika tersedia pilihan pengaturan kata sandi, tentukan apakah kata sandi akan dibuat sekarang atau saat pengguna pertama kali masuk. Ikuti petunjuk yang muncul, kemudian klik tombol Add untuk menyelesaikan proses.
Setelah akun berhasil ditambahkan, namanya akan muncul di daftar pengguna. Untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik, Anda bisa keluar dari akun saat ini dan mencoba masuk menggunakan akun baru tersebut.
Nama menu dan posisi tombol mungkin sedikit berbeda pada versi Ubuntu tertentu. Jadi, jika Anda tidak menemukan pilihan yang sama persis, periksa bagian pengelolaan pengguna pada versi yang digunakan. Prinsipnya tetap sama: buka izin pengaturan, tentukan jenis akun, lalu lengkapi informasi pengguna.
Akun Standard atau Administrator, Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Pada tahap pembuatan akun, ada satu pilihan yang sebaiknya tidak asal dilewati, yaitu jenis pengguna. Pilihan ini menentukan seberapa jauh seseorang bisa mengubah sistem Ubuntu.
Akun Standard cocok untuk penggunaan sehari-hari, seperti membuka aplikasi, mengerjakan dokumen, mengakses internet, atau menyimpan file. Pengguna tetap bisa memakai komputer secara normal, tetapi tidak otomatis memiliki hak untuk melakukan perubahan administratif.
Sebaliknya, akun Administrator memiliki kewenangan lebih besar. Akun ini dapat digunakan untuk mengelola pengguna lain, memasang perangkat lunak, dan melakukan perubahan sistem yang memerlukan hak administratif.
Untuk komputer keluarga atau perangkat yang dipakai bersama, akun standar biasanya menjadi pilihan yang lebih masuk akal bagi pengguna tambahan. Administrator cukup diberikan kepada orang yang memang bertanggung jawab mengelola komputer. Cara ini membantu mengurangi risiko perubahan sistem yang tidak disengaja.
Jika suatu saat kebutuhan pengguna berubah, jenis akun dapat disesuaikan melalui pengaturan yang tersedia. Pada beberapa konfigurasi, perubahan hak akses juga dapat dilakukan melalui terminal. Setelah mengubah keanggotaan grup atau izin administratif, pengguna mungkin perlu login kembali agar perubahan berlaku pada sesi baru.
Cara Memberikan Hak Akses Sudo kepada Pengguna Baru
Bagaimana jika akun yang baru dibuat ternyata perlu menjalankan perintah administratif melalui terminal? Di Ubuntu, salah satu caranya adalah dengan menambahkan pengguna ke grup sudo.
Sebelum melakukannya, pastikan Anda benar-benar ingin memberikan kewenangan tersebut. Akses sudo memungkinkan pengguna menjalankan perintah dengan hak administratif, sehingga kesalahan perintah bisa berdampak pada sistem secara keseluruhan.
Jika sudah yakin, jalankan perintah berikut menggunakan akun yang memiliki hak administrator:
sudo usermod -aG sudo nama_pengguna
Ganti nama_pengguna dengan nama akun yang akan diberi akses. Sebagai contoh, untuk akun andi, perintahnya menjadi:
sudo usermod -aG sudo andi
Opsi -aG menambahkan pengguna ke grup yang ditentukan tanpa menghapus keanggotaannya dari grup lain. Setelah perintah selesai, minta pengguna keluar dari sesi dan masuk kembali agar keanggotaan grup baru diterapkan.
Pengguna kemudian bisa menjalankan perintah yang membutuhkan hak administratif dengan menambahkan sudo di depannya. Contohnya, sudo apt update digunakan untuk memperbarui informasi paket yang tersedia. Jika akun hanya digunakan untuk pekerjaan biasa, langkah pemberian akses ini tidak perlu dilakukan.
Cara Menghapus Akun Pengguna di Ubuntu
Selain menambahkan akun, ada kalanya Anda perlu menghapus pengguna yang sudah tidak digunakan. Misalnya, akun lama pada komputer kantor atau akun sementara yang dibuat untuk kebutuhan tertentu. Sebelum menghapusnya, periksa dulu apakah masih ada file penting yang perlu disimpan.
Jika ingin menghapus akun melalui terminal tetapi tetap menyimpan direktori berandanya, gunakan perintah berikut:
sudo deluser nama_pengguna
Perintah ini menghapus akun dari sistem, tetapi biasanya tidak menghapus direktori beranda pengguna. File yang tersisa bisa diperiksa atau dipindahkan terlebih dahulu sebelum Anda memutuskan untuk menghapusnya secara permanen.
Jika direktori beranda juga ingin dihapus, gunakan perintah berikut:
sudo deluser --remove-home nama_pengguna
Hati-hati saat menggunakan opsi --remove-home. Dokumen pribadi, unduhan, serta konfigurasi yang tersimpan di direktori beranda dapat ikut terhapus. Sebaiknya buat cadangan data terlebih dahulu, terutama jika akun tersebut sudah lama digunakan.
Bagi yang tidak ingin menggunakan terminal, penghapusan akun juga bisa dilakukan melalui menu Settings dan bagian Users. Pilih akun yang ingin dihapus, lalu cari opsi Remove User... jika tersedia. Ikuti konfirmasi yang muncul dan perhatikan pilihan terkait penyimpanan file pengguna.
Satu hal yang perlu diperhatikan, jangan langsung menghapus akun pada server jika belum mengetahui fungsinya. Sebagian akun bisa saja digunakan oleh layanan tertentu. Memastikan tujuan akun sebelum menghapusnya akan membantu menghindari gangguan yang sebenarnya bisa dicegah.
Tips Membuat Kata Sandi Pengguna Ubuntu Lebih Aman
Setelah akun dibuat, jangan menggunakan kata sandi yang mudah ditebak hanya agar pengguna tidak kesulitan mengingatnya. Kata sandi seperti tanggal lahir, nama sendiri, atau rangkaian angka sederhana sebaiknya dihindari.
Gunakan kata sandi yang panjang dan berbeda dari kata sandi akun lain. Jika sulit mengingat banyak kombinasi, pengelola kata sandi bisa membantu menyimpannya dengan lebih aman. Yang terpenting, jangan membagikan kata sandi administrator kepada pengguna yang sebenarnya tidak membutuhkan akses tersebut.
Ubuntu juga menyediakan perintah chage untuk mengatur kebijakan masa berlaku kata sandi. Salah satu penggunaannya adalah meminta seseorang mengganti kata sandi ketika login berikutnya, misalnya setelah administrator memberikan kata sandi sementara.
Perintahnya sebagai berikut:
sudo chage -d 0 nama_pengguna
Ganti nama_pengguna dengan akun yang dimaksud. Perintah tersebut membuat pengguna diminta mengganti kata sandinya pada login berikutnya. Gunakan pengaturan ini jika memang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan akun Anda.
Agar akun lebih terlindungi, perhatikan beberapa hal berikut:
- Gunakan kata sandi yang panjang, idealnya 12 karakter atau lebih.
- Hindari kata atau pola yang mudah ditebak, termasuk informasi pribadi.
- Jangan menggunakan kata sandi yang sama untuk beberapa akun.
- Batasi akses sudo hanya untuk pengguna yang membutuhkannya.
- Periksa kembali akun yang sudah tidak digunakan dan cabut akses yang tidak lagi diperlukan.
Kebiasaan sederhana tersebut cukup membantu menjaga akun tetap aman. Pada komputer yang menyimpan data penting atau digunakan sebagai server, pengelolaan hak akses sama pentingnya dengan penggunaan kata sandi yang kuat.
Kesimpulan
Membuat pengguna baru di Ubuntu bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui terminal menggunakan perintah adduser atau lewat menu Settings. Jika sudah terbiasa dengan perintah Linux, terminal biasanya lebih cepat. Namun, bagi pengguna yang baru mengenal Ubuntu, metode GUI bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman.
Setelah akun dibuat, jangan lupa menentukan hak aksesnya. Akun standar sudah cukup untuk sebagian besar aktivitas sehari-hari, sedangkan akses administrator sebaiknya dibatasi kepada orang yang bertanggung jawab mengelola sistem.
Jika ada akun yang sudah tidak digunakan, periksa terlebih dahulu file yang tersimpan sebelum menghapusnya. Dengan pengaturan akun yang rapi, hak akses yang sesuai, dan kata sandi yang kuat, Ubuntu akan lebih mudah dikelola meskipun digunakan oleh beberapa orang.
Coba cari lagi apa yang ada inginkan pada kolom berikut: