Pertahanan terakhir perjuangan rakyat ayah Tuanku berada di tangan Imam Bonjol. Tuanku Imam Bonjol memimpin kaum Padri dalam Pertempuran Pad...
Daftar Isi [Tampil]

    Pertahanan terakhir perjuangan rakyat ayah Tuanku berada di tangan Imam Bonjol. Tuanku Imam Bonjol memimpin kaum Padri dalam Pertempuran Padri atau Pertempuran Minangkabau pada tahun 1803 hingga 1837. Perang saudara antara kaum Padri dan Masyarakat Pribumi dimanfaatkan Belanda untuk turun tangan menguasai perkebunan kopi.

    Setelah Tuanku Imam Bonjol ditipu Belanda, Tuanku Tambusai melanjutkan perjuangannya beberapa saat lagi. Namun penaklukan Benteng Bonjol dan direbutnya Tuanku Imam Bonjol diduga mengakhiri perjuangan Kaum Padri. Tuanku Imam Bonjol dan Tuanku Tambusai dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia.


    Pertahanan Terakhir Perjuangan Kaum Padri ada di Tangan Tuanku Imam Bonjol

    Pertempuran Paderi diawali dengan ajakan Haji Miskin, Haji Sumanik dan Haji Piobang, sehingga masyarakat Minangkabau Kembali ke syariat Islam, termasuk meninggalkan maksiat, minuman keras, dan perjudian. Ajakan ini ditolak oleh masyarakat adat.

    Perang Padri mencapai puncaknya dengan penyerangan terhadap Kerajaan Pagaruyung yang dipimpin oleh Padri pada tahun 1815.tujuh harimau (Delapan Harimau). Pada tahun 1825, pada masa Padri diperintah oleh Tuanku Imam Bonjol, terjadi gencatan senjata karena Belanda yang membantu masyarakat pribumi kewalahan menghadapi Pertempuran Diponerogo di Jawa.

    Baca Juga: Konsep Waktu Dalam Sejarah Mencakup 4 Hal Yaitu

    Setelah Pertempuran Dipononegoro berakhir, Belanda kembali ke Sumatera Barat. Namun kaum Padri dan Pribumi berdamai, dan Belanda mengeluarkan pemberitahuan Plakat Panjang pada tahun 1833 yang menyatakan bahwa Belanda datang hanya untuk berdagang, bukan untuk berperang.

    Pada tahun 1837, Belanda mengingkari janjinya dengan menyerang Benteng Bonjol. Serangan tak terduga ini mengakibatkan menyerahnya Benteng Bonjol yang disusul dengan direbutnya Tuanku Imam Bonjol.

    Warisan Perjuangan Kaum Padri Bagi Masyarakat Minangkabau

    Perang Padri mengakibatkan hilangnya nyawa dan harta benda bagi kaum Padri dan Masyarakat Adat. Tuanku Imam Bonjol menyadari hal tersebut dan berusaha merangkul penduduk setempat selama gencatan senjata. Perdamaian tersebut ditandai dengan Plakat Puncak Pato di Bukit Marapalam Kabupaten Tanah Datar.

    Kaum Padri dan Kaum Pribumi sepakat mengenai falsafah hidup masyarakat Minangkabau:Basandi syarak adat, Basandi syarak Kitabullah. Artinya tradisi Minangkabau berlandaskan Islam, dan Islam berlandaskan Al-Quran. Perjanjian ini berlaku sejauh ini.

    Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat Termasuk sejarah Perang Padri di situsnya www.agamkab.go.id Bagi masyarakat Minang kabau batang mambangkik tarandam atau menghidupkan kembali kesuksesan Islam dan kesuksesan Sumatera Barat.

    Masyarakat Minangkabau diimbau untuk berhenti melakukan perbuatan asusila seperti yang dilakukan Padri. Banyak tokoh yang bisa dijadikan contoh dan bisa mengharumkan nama anda. Sumatera Barat Buya Hamka, M. Yamin, Rasuna Said, M. Natsir vb. dahil.
    Coba cari lagi apa yang ada inginkan pada kolom berikut: DMCA.com Protection Status
    Bantu Apresiasi Bantu berikan apresiasi jika artikelnya dirasa bermanfaat agar penulis lebih semangat lagi membuat artikel bermanfaat lainnya. Terima kasih.
    Donasi
    Hallo sobat panduan code, Anda dapat memberikan suport kepada kami agar lebih semangat dengan cara dibawah ini.

    Dana : 085972737000
    PAYPAL : Panduan Code
    Done
    Color Picker
    Silahkan gunakan tools color picker berikut gratis untuk Anda, salam Admin Panduan Code.

    Pilih Warna

    Done